Metode Perendaman dengan Hormon Pertumbuhan Rekombinan untuk Mempercepat Laju Produksi dari Udang Air Tawar. Kabar Baik untuk Peternak Udang.

Ditulis Oleh : Raditya Prihardianto / @radityapwr

Marine Conservation Analyst

—————————————————————————————————————————————————————-

Udang galah air tawar Macrobranchium-rosenbergii merupakan komoditas akuakultur yang mahal dengan harga berkisar RP 60.000 sampai Rp 75.000 per kg. Produksi nasional komoditas ini mencapai 1400 ton pada tahun 2010. Peluang pasar dari produk ini masih sangat besar, hal ini dikarenakan kebutuhan nasional terhadap udang galah air tawar masih sangat tinggi yaitu sekitar 20 tons/hari (Kementrian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia,  2014).

Komoditas ini memiliki prospek yang besar untuk dikembangkan namun saat ini terdapat beberapa kendala dalam proses budidanya, contohnya seperti waktu produksi yang lebih panjang dibandingkan dengan udang air laut yaitu sekitar 4 – 6 bulan waktu produksi hingga dapat dikonsumsi.

Bayangkan jika proses ini dapat dipercepat, jumlah produksi dari udang galah yang didapatkan akan lebih banyak.

“Lalu? Bagaimana cara mempercepat produksi udang galah?”

Sebelum kita berdiskusi mengenai cara mempercepat produksi, terlebih dahulu kita perlu mendiskusikan mengenai cara yang biasa dilakukan oleh sebagian besar peternak untuk memperoleh hasil produksi yang lebih banyak.

“Proses budidaya yang digunakan oleh peternak untuk meningkatkan produksi biasanya menggunakan metode ekstensif, contohnya dengan perluasan lahan media budidaya”

Metode ekstensif merupakan metode untuk meningkatkan produksi dengan cara memperluas lahan atau media budidaya udang galah. Namun metode ini sangat mahal untuk diterapkan karena membutuhkan ruang yang lebih banyak dan memerlukan investasi tambahan untuk membangun strutktur bangunan media budidaya.

“Kita membutuhkan solusi lain untuk permasalahan ini”

Solusi tekonologi lainnya yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan produktifitas produksi adalah dengan menggunakan metode rekayasa genetika yaitu dengan menggunakan hormon pertumbuhan rekombinan (rGH). rGH merupakan protein yang diproduksi dengan menggunakan bioreaktor seperti Escherichia coli  yang membawa vektor ekspresi hormon gen (Subaedah 2013).

 

“Pengaplikasian dengan menggunakan rGH pada udang galah lebih menguntungkan dan aman dibandingkan dengan trans-genetika, karena rGH tidak mengubah struktur genetika .”

 

Penerapan rGH dapat dilakukan dengan cara injeksi, perendaman dan melalui mulut udang galah atau dengan melalui pakan. Namun metode perendaman merupakan metode paling efektif karena dapat meminimalkan stres. (Ratnawati P, 2012).

“Metode perendaman pada rGH merupakan metode paling efektif karena dapat mengurangi stress” 

Telah banyak hasil penelitian yang menyebutkan bawah metode perendaman rGH merupakan perendaman yang efektif dan hasilnya menunjukkan peningkatan pertumbuhan udang yang sangat signifikan.

Salah satu contoh penelitian yang menunjukkan peningkatan pertumbuhan dari udang galah air tawar ditunjukkan pada hasil penelitian dibawah ini.

Hasil Percobaan pada Udang Galah Air Tawar dengan Menggunakan Metode Perendaman.

Penelitian dilakukan pada, bibit udang galah air tawar. Benih udang galah air tawar direndam dengan menggunakan rElGH. Benih udang yang digunakan merupakan PL-35 dengan berat awal adalah 0.004 grams dan panjang awal sebesar 1.1 cm. Tigapuluh ekor individu secara random diambil untuk setiap repilkasi dengan total 1000 PL perlakuan.

Benih udang galah air tawar terlebih dahulu puasa 12 jam sebelum perendamana. Kemudian benih di rendam pada larutan garam sebanyak 30 g/L NaCl (terapi shock salinitas) selama 2 menit dan kemudian di taruh di dalam air yang berisi rElGH dengan dosis yang sesuai.

Total waktu percobaan adalah 12 minggu.

 

“Proses perendaman dengan rElGH pada udang memerlukan dosis yang tepat dan sesuai

Dan hasilnya sangat luar biasa

Hasil dari Percobaan dengan Menggunakan Metode Perendaman I Control : Tanpa rEIGH I 0.15 mg/L, 1.5 mg/L, 15 mg/L : Dosis rEIGH

Hasilnya, setelah 12 minggu udang dengan dosis rElGH sebanyak 15 mg/L menunjukkan hasil pertumbuhan yang paling baik. Tidak hanya itu, panjang tubuh dari udang galah air tersebut meningkat selama proses percobaan, hal ini menunjukkan pula udang galah air tawar pada percobaan dengan menggunakan rElGH sebanyak 15mg/L memiliki panjang tubuh yang paling panjang dibandingkan dengan yang lainnya.

Namun sayangnya, metode rElGH tidak mempengaruhi tingkat bertahan hidup dari udang galah air tawar tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat bertahan hidup dari udang galah air tersebut adalah kualitas air, imunitas udang galah tersebut, serangan penyakit dan kanibalisme udang yang terjadi ketika udang tersebut berganti bulu/kulit (Laksana, 2012).

“Apakah metode dengan menggunakan rGH sama dengan organisme hasil rekayasa genetika (GMO)? “

Udang yang diberi hormon pertumbuhan bukan organisme hasil rekayasa genetika karena sifat dari  rGH tidak bertahan lama di dalam tubuh udang tersebut dan juga tidak tampak pada organisme tersebut. Oleh karena itu, perlu menambahkan rGH kembali kepada organisme tersebut ketika efektifitas dari rGH di dalam tubuh organisme tersebut menurun.

 

Immersion Method

” Penggunaan metode perendaman rGh pada larva benih udang galah air tawar sangat efisien karena metode yang digunakan lebih mudah, lebih cepat untuk produksi yang banyak dan mengurangi stress dari udang galah air tawar tersebut.”

 

 

 

Teknologi perendaman dengan rElGH pada post larva udang galah air tawar lebih mudah diaplikasikan dilapangan oleh peternak dibandingkan dengan metode injeksi karena proses aplikasinya yang cepat dan sangat ekonomis untuk produksi skala besar.

Penerapan dengan rElGH pada udang dapat meningkatkan produktifitas dari petani dengan cara mempercepat laju pertumbuhan dan tentu saja dapat meningkatkan keuntungan peternak udang tersebut.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *